3 Gempa dalam Sehari di Pacitan, Gorontalo hingga Bayah: Guncang 18 Daerah

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengumumkan terjadinya tiga gempa tersebar di tiga titik di Indonesia. Gempa tersebut dirasakan total 18 daerah kota dan kabupaten pada Minggu (17/7/2022). Adapun tiga titik gempa antara lain gempa Pacitan, Gorontalo dan Bayah.

Titik gempa pertama tercatat di laut baratdaya Pacitan, Jawa Timur. Titik kedua gempa terjadi di laut barat daya Bone Bolango dan dirasakan kuat di Kota Gorontalo. Kemudian, titik ketiga gempa terjadi di laut baratdaya Bayah.

Lantas di mana saja daerah yang merasakan gempa yang terjadi di tiga titik itu? Gempa Pacitan terjadi pukul 16.13 WIB di Laut 111 km BaratDaya Pacitan. Tepatnya di koordinat 9.14 LS 110.83 BT.

Gempa berkekuatan 5.5 M ini berada di kedalaman 10 kilometer. Dirasakan di delapan kabupaten di Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga DIY. Antara lain yakni II Nganjuk, II Karangkates, II Bantul, II Wonogiri, II Trenggalek, II Pacitan, II Sleman, II Jember.

Gempa Bone Bolango terjadi pada pukul 19.58 WIB di laut 70 km Baratdaya Bone Bolango. Tepatnya di koordinat 0.1 LS 123.12 BT. Gempaberkekuatan 5.3 M berada di kedalaman 104 kilometer.

Diketahui, gempa dirasakan paling kuat di Kota Gorontalo. Data berdasarkan Skala MI antara lain: III IV Kota Gorontalo, III Kab. Bone Bolango, II III Luwuk, II Morowali, III Kab. Gorontalo Utara, III Kab. Gorontalo, III Kab. Boalemo, II Kab. Pulau Taliabu. Sementara titik gempa ketiga di laut 36 km barat daya Bayah terjadi pada pukul 22.50 WIB.

Gempa berkekuatan 4.2 M berkedalaman 11 kilometer. Skala gempa berkisar pada Skala II MI di Bayah dan Labuan. Gempa bumi hari ini, Minggu (17/7/2022) sore, yang mengguncang Pacitan tidak berkaitan dengan gempa Pangandaran yang terjadi sehari sebelumnya.

Pada Minggu sore sekitar pukul 16.13 WIB, wilayah Pacitan diguncang gempabumi berkekuatan Magnitudo 5.5 SR. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,3. Episenter gempa tersebut berada di titik koordinat 9,15° LS ; 110,83° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 117 Km arah Barat Daya Kota Pacitan, Jawa Timur pada kedalaman 40 km.

Sehari sebelum gempa di Pacitan ini, wilayah Pangendaran, Ciamis dan Tasikmalaya juga diguncang dua gempa dengan intensitas magnitudo 4,4 dan 4,9. Meski begitu, gempa Pacitan dan Pangandaran ini tidak saling berkaitan. BMKG menerangkan, gempabumi yang terjadi di Pacitan merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," terang BMKG dalam keterangannya. Kabid Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam twitternya menerangkan, gempa yang mengguncang Tasik, Ciamis, Pangandaran, Garut, Sukabumi dan Bandung pada Sabtu (16/6/2022) malam bersumber di zona megathrust (mekanisme naik thrusting). "Gempa selatan Pacitan, Jatim ini tidak berkaitan dengan gempa Tasikmalaya – Pangandaran yang terjadi tadi malam, " tulis Daryono di akun Twitternya @DaryonoBMKG.

Gempa Pacitan ini juga tidak berkaitan dengan rentetan aktivitas gempa swarm tektonik di zona subduksi selatan Jawa Timur yang berlangsung sejak tanggal 9 Juli hingga 11 Juli 2022. BMKG sendiri mencatat gempa swarm tektonik selatan Jawa Timur ini telah terjadi sebanyak 146 kali gempa berkekuatan kecil selama periode tersebut. "Gempa selatan Pacitan Jatim Mag. 5,3 sore ini juga tidak berkaitan dgn rentetan aktivitas gempa swarm tektonik di zona subduksi selatan Jawa Timur yang berlangsung sejak tanggal 9 Juli 2022 hingga 11 Juli 2022 yang termonitor oleh BMKG sebanyak 146 kali gempa berkekuatan kecil," terangnya.

Adapun gempa bumi Pacitan yang terjadi hari ini, turut dirasakan di sejumlah daerah, diantaranya di daerah Nganjuk, Karangkates, Bantul, Wonogiri, Trenggalek, Pacitan, Sleman, Jember. Wilayah tersebut merakan gempa dengan skala intensitas II MMI, getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda benda ringan yang digantung bergoyang. Masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Diimbau pula agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.