Ziva Magnolya Tanggapi Warganet yang Sebut Keisya Levronka Baper: Lupa Caranya Minta Maaf

Ziva Magnolya menanggapi warganet yang menyebut Keisya Levronka baper atau terbawa perasaan. Diketahui, beberapa waktu lalu, Keisya Levronka menjadi bintang tamu di suatu ajang menyanyi. Saat itu, Keisya Levronka juga diminta duet dengan salah satu kontestan.

Lalu, Astrid Tiar yang menjadi host pun meminta Keisya Levronka untuk menyanyikan bagian tertentu sambil dirinya menirukan nada Keisya yang fals. Tak hanya itu, juri Ivan Gunawan pun mengatakan bahwa Keisya Levronka dapat meminta bantuan kontestan itu untuk membantunya tampil. Dengan cara kontestan tersebut menyanyi lagu Keisya Levronka di belakang panggung, sementara Keisya lipsync di panggung.

Tentu, banyak masyarakat yang tak terima Keisya Levronka diperlakukan seperti itu, mengingat ia hanya menjadi bintang tamu. Meskipun Astrid Tiar dan Ivan Gunawan hanya berniat untuk bercanda, tetapi banyak yang tak setuju. Di samping banyak yang tak setuju, ada pula masyarakat atau warganet yang menilai Keisya Levronka baper.

Dikutip dari YouTube TRANS TV Official, Kamis (18/8/2022), Ziva Magnolya memberikan tanggapan warganet yang menghujat sahabatnya itu. "Karena sih sebenernya aku kan kadang kadang emang nggak begitu suka ngeliatin komen ya." "Cuman kalau terlalu banyak tuh udah bukan di komen lagi, tapi lewat timeline, itu mau nggak mau kebaca."

"Ternyata emang sebanyak itu yang menganggap kalau Keisya itu baper setelah dia waktu itu sempet nge Tweet juga dan aku ngerasa orang orang itu malah menganggap dia baper," terang Ziva. Menurutnya, kata baperan tersebut kurang tepat untuk disampaikan. Selain itu, kata tersebut juga membuat orang yang bercanda menjadi lupa cara untuk minta maaf.

"Sedangkan menurut aku, baperan itu kata yang kurang tepat aja untuk disampaikan." "Walaupun kita sering bercanda sama orang terus kita bilang (baper), jadi lupa caranya minta maaf," ungkapnya. Dewi Perssik sebagai host pun juga setuju dengan pendapat Ziva.

"Betul, betul, ini yang hampir dilupakan sama kita semuanya ya." "Kadang kalau misalkan kita bercanda terlalu berlebihan, terkadang masih banyak sisi sisi yang harus kita lihat." "Itu merupakan attitude dan etika dalam pergaulan, itu kadang sudah dilupakan, lebih banyak kata kata 'Ah udah lah, lu jangan baper'," tutur Dewi.

Orang tersebut juga menjadi merasa berlindung di balik kata baperan yang sebenarnya memang salah. "Betul, iya maksudku tuh kayak orang tuh jadi…," ucap Ziva. "Menyepelekan," sambung Dewi yang telah mengetahui maksud Ziva.

"Iya, jadi misalnya dia ngatain, tapi karena respons dari orang yang dikatain itu ternyata sakit hati." "Terus jadi kata kata baperan itu dipakai untuk dia nutupin semua itu, kayak 'Cuman bercanda kok, ah baperan lu', padahal dia emang salah," beber Ziva. Sebelumnya, pada Selasa (26/7/2022), melalui Twitter @zivamagnolyeah, Ziva membuat cuitan terkait kata baperan.

"gada orang yg 'baperan' ya. Gabisa lo nyama ratain limit sakit hati lo sama orang lain. Ada yang kepentok sedikit masih bisa oke oke aja & ada juga yang kesakitan dan langsung biru biru.

Intinya kalo gabisa ngerti orang lain minimal diem gausa banyak cingcong," tulis Ziva dalam Tweet nya. Artikel ini merupakan bagian dari KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Related Posts

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.